Miracle.

05.29.00


I do believe in miracles.

Saya percaya pada keajaiban.

Semesta itu,
selalu menangkap apa yang ada di hati kita,
melampaui doa-doa yang sekedar terucap.

Semesta,
sangat ramah pada mereka yang berharap.

Seapatis apapun seseorang,
semoga ada harap yang terlintas di hatinya,
biar semesta membaca dan mengusahakannya.


Bagaimana mungkin saya tak percaya pada keajaiban semesta?
Bukankah keberadaan saya di sini, saat ini, juga bentuk keajaiban?
Setiap pagi ada keajaiban-keajaiban baru.
Bangun tidur,
sapa dan kecup pagi Keiko kelinci,
kabar dari teman,
tawa tangis anak-anak tetangga,
bunga gugur di halaman rumah,
hujan yang menghijaukan rumput pinggir selokan Mataram,
lagu-lagu John Mayer,


Mati yang sesungguhnya adalah,
matinya harap.

Bahkan saat badan saya tidak lagi bernyawa,
saya percaya saya ada, hidup,
karena harapan dan mimpi saya tertancap di mana-mana,
menciptakan keajaiban-keajaiban lainnya.

Mungkin Kamu Ingin Lihat Ini Juga

0 comments

REKOMENDASI

[repost] LGBT dan Buruh: Saudara (Lama) dalam Solidaritas

Telah dimuat di Website PLUSH, Mei 2016 .  Sudah nonton ‘Pride’? Tentu masih ingat bagaimana 32 tahun lalu (1984) Mark Ashton dan kawan...

ada pelangi

ada pelangi
Bromo, Juli 2016