Warisan Ana (mungkin bagian 1)
08.00.00Rest if you must, but don't you quit.
Begitu kata Ana berkali-kali. Bukan pada saya, melainkan pada teman-teman lain yang kala itu sedang melalui masa-masa susah dan sering nangkring di 'sarang' (demikian kami menyebut kontrakan mungil kami). Dan terlebih: pada dirinya sendiri, yang saat itu juga sedang berusaha bangkit dari masa yang terbilang sangat sulit.
Kutipan ini bukan buatannya. Entah siapa yang benar-benar mencetuskan, namun kita akan dengan mudah mendapatkannya di internet. Bagaimanapun, dari Ana saya pertama kali dan terus-terusan mendengarnya.
Saat itu saya belum pernah mengalami masa yang cukup sulit untuk membuat saya sangat ingin menyerah. Seolah tak ada pilihan selain menyerah. Masa sulit jelas banyak, saking banyaknya hingga saya terbiasa serta terlatih bertarung dan melawan demi bertahan hidup, sebagaimana orang pada umumnya dengan kesulitannya masing-masing. Namun lagi-lagi, belum pernah ada kesulitan yang membuat saya begitu tersungkur hingga perlu merapalkan kutipan itu dalam hati.
Ana, juga relasi kami, tentu mewariskan banyak hal. Khususnya pelajaran dan pegangan hidup. Yang terkuat, adalah kutipan ini. Mantra yang kemudian terus saya sebut dalam hati. Termasuk belakangan, pada ratusan hari yang saya sebut masa gelap (dan saya yakini akan menjadi titik balik). Haha
Terima kasih, Ana.

0 comments